Bawang Goreng Buatan Sendiri Sering Lembek, Ini Tiga Sebabnya
Bawang goreng buatan sendiri biasanya lembek karena tiga hal: irisannya tidak seragam, irisannya masih basah saat masuk minyak, atau bawangnya ditumpuk selagi panas setelah diangkat. Ketiganya bisa dicegah tanpa tepung atau bahan tambahan. Bagian yang paling sering terlewat adalah yang terakhir, karena sebagian besar minyak justru terserap setelah bawang keluar dari wajan.
Iris Tipis dan Seragam
Irisan Bawang Merah yang tebal dan tipis bercampur tidak akan matang bersamaan. Irisan tipis sudah gosong ketika irisan tebal masih basah, jadi satu wajan menghasilkan dua kegagalan sekaligus. Keseragaman lebih penting daripada ketebalan tertentu.
Pakai pisau yang tajam. Pisau tumpul menekan bawang sehingga airnya keluar sebelum digoreng, dan irisan yang basah lebih lama renyah.
Jenis bawang merahnya juga berpengaruh. Menurut catatan PROSEA untuk bawang merah[1], kadar padatan terlarut dipakai sebagai ukuran mutu bawang untuk digoreng. Sebagian besar kultivar berkadar 15 sampai 20 °Brix, sedangkan bawang merah Sumenep mencapai 25 sampai 27 °Brix.
Keringkan Irisan dan Jangan Memenuhi Wajan
Irisan yang masih basah membuat minyak memercik dan menurunkan suhunya. Tebar irisan di atas tisu atau tampah beberapa menit sebelum digoreng, supaya air di permukaannya berkurang.
Jumlah bawang di wajan juga memengaruhi suhu minyak. Sebuah penelitian tentang penggorengan kentang tahun 2025[2] mencatat suhu minyak turun nyata begitu bahan yang dimasukkan melewati batas tertentu, karena air yang menguap dari bahan ikut mendinginkan minyak. Karena itu goreng bawang dalam beberapa giliran, dan tunggu minyaknya panas lagi sebelum giliran berikutnya.
Bawang juga harus terendam minyak, jangan hanya tersentuh. Minyak yang terlalu sedikit membuat bagian bawah irisan gosong sementara bagian atasnya belum matang.
Angkat Lebih Awal dan Tiriskan Menyebar
Bawang terus menggelap sesaat setelah diangkat karena panas yang tersisa di irisan. Jadi angkat bawang ketika warnanya masih kuning keemasan, sebelum mencapai warna yang diinginkan. Kalau diangkat saat sudah cokelat, warnanya akan terlalu gelap dan rasanya pahit.
Setelah diangkat, tiriskan bawang menyebar di atas tisu. Penelitian tentang penyerapan minyak di jurnal Nature Communications tahun 2025[3] merangkum temuan sejumlah percobaan: minyak paling banyak masuk ke gorengan setelah gorengan diangkat dari minyak. Selama bawang mendingin, minyak di permukaannya tertarik masuk ke pori-pori kecil.
Bawang yang ditumpuk selagi panas juga menahan uap, dan uap itu melunakkan kembali irisan yang sudah renyah. Tunggu bawang benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke wadah tertutup.
Minyak Bekas Menggoreng Bawang
Minyak bekas menggoreng bawang sudah beraroma bawang dan enak dipakai untuk mi, bubur, atau nasi goreng. Saring minyak itu sampai tidak ada potongan bawang yang tertinggal.
Minyak yang masih berisi potongan bawang perlu diperlakukan seperti bawang putih dalam minyak. Panduan University of California[4] meminta bawang putih dalam minyak disimpan di kulkas paling lama 4 hari, atau dibekukan, dan tidak pernah disimpan di suhu ruang. Bawang berkadar asam rendah, dan campuran bawang dengan minyak di suhu ruang bisa menjadi tempat tumbuhnya bakteri penyebab botulisme. Aturan yang sama berlaku untuk minyak cabai dan minyak bawang racikan rumah.
Minyak goreng yang dipakai berulang juga lama-kelamaan rusak. Menurut tinjauan tentang minyak goreng di jurnal Foods tahun 2024[5], tandanya adalah minyak berbusa, warnanya menggelap, mengental, lebih cepat berasap, dan berbau tidak enak. Minyak dengan tanda-tanda itu sebaiknya dibuang.
Bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay punya tugas masing-masing di masakan. Menumis bumbu sampai matang punya patokan yang jelas: minyak menggenang di pinggir wajan. Takaran bumbu nasi goreng dan cara aman menyimpan nasi sisa punya ulasan sendiri.
Rujukan
Sumber untuk keterangan bahan, penggorengan, dan keamanan di artikel ini.
- ↑ Allium cepa Aggregatum (PROSEA). Pl@ntUse
- ↑ Three-Dimensional Modeling of Coupled Momentum, Heat, and Mass Transfer during Potato Frying. Current Research in Food Science, 2025
- ↑ High-Speed Computed Tomography to Visualise the 3D Microstructural Dynamics of Oil Uptake in Deep-Fried Foods. Nature Communications, 2025
- ↑ Preserving Garlic, Onions, and Shallots. UCCE Master Food Preservers of El Dorado County, University of California
- ↑ Vegetable Oils and Their Use for Frying: A Review of Their Compositional Differences and Degradation. Foods, 2024
Rempah yang Disebut di Artikel Ini
Artikel ini bersumber dari literatur ilmiah yang tercantum pada bagian Referensi. Informasinya disajikan untuk keperluan pengetahuan dan tidak menggantikan saran dari tenaga kesehatan profesional.
