Rempah untuk Minuman: Wedang, Seduhan, dan Kenapa Hasilnya Beda dari Masakan
Sebagian besar senyawa aroma lebih mudah larut di lemak daripada di air. Karena itu rempah yang kuat di kuah santan bisa terasa tipis di gelas.
Sebagian besar senyawa aroma lebih mudah larut di lemak daripada di air. Karena itu rempah yang kuat di kuah santan bisa terasa tipis di gelas.
Acar awet karena asam cuka dan takaran resep yang tepat. Rempah memberi aroma dan warna, tetapi jumlahnya terlalu kecil untuk menahan pembusukan.
Warna kunyit dan annatto larut di minyak, sedangkan secang, suji, dan telang di air. Pewarna alami juga lebih cepat pudar oleh panas dan cahaya.
Menyangrai membentuk senyawa aroma baru, tetapi panas yang berlebihan membuat rempah pahit. Sangrai tiap rempah terpisah dan angkat begitu wanginya keluar.
Daun tebal seperti salam dimasukkan sejak awal karena aromanya keluar pelan, sedangkan daun tipis seperti kemangi ditambahkan di akhir.
Irisan tidak seragam, irisan yang masih basah, dan bawang yang ditumpuk selagi panas. Sebagian besar minyak terserap setelah bawang diangkat.
Bawang putih pahit hampir selalu berarti gosong. Warna biru atau hijau di acar berasal dari pigmen alami, dan acarnya tetap aman dimakan.
Bumbu yang masih berair belum bisa matang dan membuat kuah terasa mentah. Minyak yang menggenang di pinggir wajan menandakan airnya sudah habis.